Popular Post

Posted by : Pena Tinta Hitam Saturday, February 13, 2016

Karya: Dicky Fatma Santoso


Sepuluh ribu dan dua ribu rupiah. Hanya itulah. Bahkan, lima ribu dari jumlah uang itu terdiri dari uang receh yang bernilai lima ratus rupiah dan dua ratus rupiah-an, hasil menabungnya selama ini yang didapat secara tidak mudah dengan cara menahan rasa lapar yang datang di perutnya dikala sedang lapar-laparnya. Konflik pun terjadi antara otak dan perut, sebagaimana semua orang pasti pernah merasakannya di saat berada dalam posisi yang sama. Sudah 1 bulan ini Vico menahan rasa yang bergejolak itu. Sepuluh ribu dan dua ribu rupiah. Lebih sial lagi, dua hari lagi  adalah Hari Valentine.
Sekarang apa yang bisa dia lakukan kecuali berbaring di tempat tidur sambil berangan-angan? Hanya itulah yang bisa dia lakukan. Mungkinkah seperti inikah kehidupan remaja saat ini, pikir Vico: setiap hari hanya di isi dengan rasa jatuh cinta, namun berbeda dengan keadaannya yang sedang jatuh cinta dengan kenapa ada hal yang sangatlah aneh. Lalu Vico bertanya kepada teman ceweknya yang bernama Rini.
“Rin, ada yang aneh ya sama hari ini?” Tanya Vico sambil menggaruk kepalanya keheranan rasa yang sangat menyiksa.
Lalu tidak lama air mata mulai menetes karena terbayang akan hal yang mungkin terjadi setelah dia mengutarakan cintanya. Timbul pertanyaan yang secara tidak sengaja terlintas di pikirannya. Apakah aku pantas mencintai dia? Aku saja dulu sering banget menyia-nyiakan dia. Setelah muncul pertanyaan tersebut Vico langsung memilih untuk tidur lebih cepat dari biasanya. Keesokan harinya, seperti biasa Vico berangkat sekolah sama seperti yang lainnya tapi entah
“Nggak ada Vic, emang kamu ngerasa aneh ya?” Tanya Rini kepada Vico
“Iya Rin” Jawab Vico dengan gelisah
”Kenapa kaya orang gelisah gitu sih Vic?” Tanya Rini gelisah karena kelakuan Vico
“Eh maaf rin nggak kenapa-kenapa kok” Jawab Vico dengan santai
Setelah Vico bertanya pada Rini dia langsung menuju ke bangku nya sendiri yang berada tepat di depan meja paling belakang sebelah kanan. Kegiatan belajar di mulai dengan pelajaran Bahasa Inggris dengan guru PPL bukan guru yang biasa mengajar kelas Vico. Pada saat proses perkenalan guru tersebut yang bernama Valentine Anastasya. Tiba-tiba saja Vico teringat bahwa satu hari lagi adalah Hari Valentine pantas saja dirinya sangatlah gelisah. Setelah pelajaran berakhir pada saat perjalanan pulang sekolah Vico bertemu dengan Lusi orang yang di taksirnya. Lalu tidak lama Vico mengajak Lusi untuk pulang bersama. Pada saat di jalan Vico memberanikan dirinya untuk bertanya kepada Lusi
          “Lus?” Tanya Vico gugup
          “Iya Vic, ada apa?” Jawab Lusi dengan malu
          “Lus, besok bisa pulang bareng lagi nggak?” Tanya Vico
          “Hmm..., gimana ya Vic aku belum tahu besok itu ada acara atau nggak di sekolah?” Jawab Lusi sambil berpikir
          “Kalau nggak bisa juga nggak kenapa-kenapa kok Lus” Jawab Vico dengan menahan kesedihannya.
Karena besok itu adalah Hari Valentine Vico ingin memberikannya kepada Lusi
Malam itu Vico mengunci dirinya di kamarnya sendiri, bertanya pada dirinya sendiri “Apakah besok itu aku berhasil memberikan coklat dan menyatakan cinta kepadanya?” Vico bergumam. Tanpa disadari dia terlelap dengan sendirinya karena kipas angin yang mengenai tubuhnya persis. Pagi hari Vico bangun dan langsung bergegas untuk berangkat sekolah karena dia ingin coklat itu sampai ke tangan Lusi lebih cepat, namun sesampai dia di sekolah ternyata Lusi belum berangkat. Lalu dia pun mengurungkan niatnya dan memilih untuk memberikannya pada atau mungkin tidak akan sempat memberi coklat itu karena teringat oleh kata Lusi kemarin.
Seperti biasa Vico istirahat bersama teman-temannya di kantin. Lalu datanglah tiga orang teman cewek satu kelas yaitu Dinda, Vani, dan Susi. Mereka bertiga bertanya kepada Vico
          “Vic, sekarang kan Hari Valentine coklatnya kamu kasih ke siapa?” Tanya Dinda
          “Kasih ke aku aja ya, Vic?” Jawab Vani dan Susi
          “Hmmmm….., mau aku kasih ke………” Jawab Vico dengan nada menunjuk
          “Aku……” Jawab Dinda, Vani, dan Susi hampir bersamaan
          ”Mau aku kasih ke….. Seseorang yang sangat membuatku tertantang mendapatkan hatinya, untuk kalian bertiga mungkin kapan-kapan saja ya?” Jawab Vico sambil tersenyum
          “Yah kamu jahat Vic…….” Jawab mereka bertiga dengan kecewa
          “Hahahaha, maaf ya aku mau kembali ke kelas dulu, Bye”  Tawa Vico
Senja telah tiba Vico seperti biasa pulang sendiri tiba-tiba ada SMS masuk di bukalah SMS itu ternyata Lusi SMS “Aku nggak ada acara, Vic”, lalu Vico membalas SMS Lusi “Oke Lus, aku jemput di sekolah mu ya”. Dengan cepat Vico langsung menuju sekolah Lusi yang biasa di tempuh dengan waktu 30 menit menjadi 25 menit. Vico langsung mengambil HP nya dan langsung SMS Lusi “Lus, aku dah di depan sekolahmu” Lusi baru menjawab 15 menit dari SMS yang Vico kirim sampai “Iya, bentar ya aku masih OTW keluar sekolah”. Lalu Lusi bertemu dengan Vico sambil tersenyum
          “Udah lama Vic?” Tanya Lusi dengan cemas
          “Nggak kok Lus, baru aja” Jawab Vico dengan berbohong
          “Ayo Vic pulang, Senja udah mau turun, malu soalnya hihihihi” Canda Lusi
          “Ayo Lus” Jawab Vico dengan senang
15 menit bercerita sepanjang perjalanan pulang bagi Vico adalah hal yang sangat berarti. Sesampai di pertigaan gang rumah Lusi sebelum berpisah Vico memberikan Sebatang Coklat ke Lusi
          “Lus, ini ada coklat buat kamu yang kata kamu kalau kamu gk bakal di kasih coklat sama sesorang ” Vico malu karena baru pertama dia memberi coklat untuk seorang cewek
          “Eh…, makasih ya Vic” Jawab Lusi dengan muka yang memerah karena malu
          “Sama-sama Lus, jangan lupa di makan ya?” Tanya Vico lagi
          “Iya Vic” Jawab Lusi sambil berjalan meninggalkan Vico
Setelah itu Vico kembali pulang, sesampainya dirumah dia mandi, lalu dia seperti biasanya melanjutkan proyek Coding Software dan HTML Script, tiba-tiba HPnya bergetar rupanya dari Lusi lalu dia membaca isi SMS tersebut yang berisikan terima kasih atas kejadian yang tadi setelah itu Vico tersenyum-senyum sendiri setelah membaca sms itu dan langsung melanjutkan tugasnya takut besok nggak bisa dipublikasikan kepada semua orang yang membutuhkan, karena si Vico dikenal orang yang sangat senang di depan Laptop mengotak-atik suatu Software maka dari itu sifatnya si Vico sendiri begitu cuek jadi kalau dilihat dari mata cewek sih yah…. Begitulah tidak usah di jelaskan, tapi kalau ada laptop yang rusak pasti larinya ke Vico. Setelah Software Vico selesai selanjutnya dia seperti biasa langsung mengambil buku pelajaran yang akan di pelajari besok. Vico tiba-tiba teringat bahwa tugas bengkel dia yaitu Pemrograman juga belum selesai lalu dia langsung mengebut pekerjaan rumahnya tersebut takut besok tidak bisa mendapatkan nilai yang maksimal karena si Vico senang dengan pelajaran Pemrograman dan juga dia saat SMP dulu juga sudah mengenal arti Coding dalam hitungan setengah jam pun dia telah selesai membuat Program Kasir Sederhana. Tiba-tiba muncul pemberitahuan SMS di HP nya dari Si Lusi
          “Hay Vic”                                      
          “Hay juga Lus, ada apa Lus?” Vico menjawab dengan keheranan
          “Nggak Vic, cuman iseng aja aku mau sms kamu aja ” Lusi menjawab
          “Oalah” Vico menjawabnya lalu meninggalkan HP nya dan langsung melanjutkan Coding nya tersebut
          Beberapa lama kemudian ntah ada apa Lusi pun mencoba SMS Si Vico kembali namun tidak dibalas oleh si Vico. Keesokannya Vico sekolah seperti biasa namun tidak ada hal yang aneh dari Vico padahal tadi malam Si Lusi berharap bisa berkomunikasi lebih jauh dengan dirinya. Siang telah berlalu saatnya untuk pulang pada saat perjalanan Si Vico berhenti pada sebuah masjid di dekat rumahnya karena dia belum menunaikan sholat dzuhur, pada saat selesai berdoa Vico teringat oleh Lusi lalu dia meminta petunjuk kepada Allah apakah benar Si Lusi orang yang benar-benar selama ini dicari oleh si Vico. Malam hari Si Vico tidak SMS Si Lusi karenakan di sekolah tadi ada teman yang Complain karena Software yang dia buat tidak bisa di jalankan di platfrom Windows bertipekan 64 bit, emang sih si Vico hanya membuatnya dikarenakan Laptop yang di pakai oleh Si Vico sendiri bertipekan 32 bit, tapi beda dengan si Lusi dia dari kemarin menunggu Si Vico mengirim SMS kepadanya terlebih dahulu, waktu terus berlalu sudah jam 10 malam Si Lusi akhirnya memberanikan dirinya untuk SMS Si Vico
          “Vic, Selamat malam ya jaga kesehatan jangan laptopan terus ” Lusi mengirim SMS langsung dia Facebook-an.
          Tanpa ada balasan dari si Vico, Lusi pun langsung menyalakan laptop untuk melihat sosmed milik Vico tersebut itu hanya untuk sekedar kepo terhadap dirinya. Setelah Vico selesai membuat software berplatfrom 64 bit, Vico langsung membuka Facebooknya yang kebetulan Si Lusi sedang aktif di obrolan. Lalu Vico pun mengobrol dengan Lusi sampai larut malam.
          Keesokan harinya Vico pun sudah siap karena saat dia tertidur dia bermimpi telah mengungkapkan rasa hatinya terhadap si Lusi tepat malam hari tanggal 16 Februari Vico pun datang ke rumah Si Lusi dan mengajak berbicara ringan Si Lusi sebelum dia mengutarakan Cintanya akhirnya mereka berduapun sampai saat ini masih menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih sejak Si Lusi menyimpan rasa ke Vico dari Kelas 8 SMP dan Si Vico menyimpan rasa ke Lusi dari kelas 9 SMP namun mereka disatukan pada waktu yang telah di tentukan berkat usaha dan petunjuk yang jelas dari Maha Pencipta.
          Pagi harinya si Vico sangat bersemangat sekali itu karena dia telah menemukan cinta yang terpendam dalam diri seseorang setiap hari dia selalu mengabarinya dan bertanya keadaan kepada si Lusi. Pada suatu hari Lusi meminta pertolongan untuk Editing Video pada Vico, sebagai pacar yang baik Vico langsung menuju rumah yang masih 1 kompleks dengan si Lusi. Tepat pada pukul 4 sore Vico datang ke rumah si Lusi sudah datang anggota kelompok video Bahasa Indonesia yang videonya akan di edit oleh dirinya. Lalu  Lusi muncul dan Si Vico pun malu baru pertama kalinya dia itu melihat sendiri kekasihnya apabila sedang berada dirumah tidak kalah cantik dengan para artis yang sudah terkenal di Indonesia. Mulailah Vico mengedit Video milik Lusi dan teman-temannya itu. Si Lusi pun bertanya ke Vico
          “Vic, kamu kok pinter banget sih tentang komputer, makanmu apaan?” Tanya Si Lusi bercanda
          “Aku makannya Processor, RAM, VGA, sama HDD Lus” Jawab Vico dengan tertawa
          “Jahat kamu Vic, aku tanya beneran eh malah bercandain awas ya ntar kalau kamu sms nggak bakal aku bales.” Jawab Lusi dengan marah
Selepas editing Video milik Lusi selesai Vico pun diberi minuman oleh Si Lusi. Tepat pukul 6 Sore Vico pun pamit pulang untuk mandi selepas itu bermain untuk persiapan lomba Game Online bersama teman jurusan yang lain yang akan diadakan dekat dengan sekolahannya. Vico pun pulang langsung melaju dengan cepatnya meninggalkan rumah Si Lusi. Malam hari Lusi pun SMS kepada Si Vico untuk bertanya apakah dia sudah makan atau belum karena Si Lusi tau kalau Si Vico itu kalau sudah di depan laptop lupa segala macam sampai-sampai terkadang lupa sama namanya sendiri.
          Pagi hari Si Vico merasa bersalah terhadap Si Lusi jadinya Si Vico pulang sekolah langsung menjemput Si Lusi di sekolahnya dan mengajaknya untuk makan apa lagi Si Lusi orangnya gampang laperan dan al hasil Si Lusi pun mau untuk diajak makan apa lagi sama yang namanya gratis. Si Vico mengajak ke kedai makan dekat suatu Universitas ternama yang cukup banyak peminat di kompleks perumahan Si Vico dan Si Lusi. Pada saat makan Si Lusi terlihat merah sekali wajahnya tepatnya di bagian pipi Si Lusi, Si Vico pun bertanya
          “Lus, kamu sakit?” Tanya Vico khawatir
          “Nggak kok Vic” Jawab Lusi dengan wajah yang tambah merah
Setelah selesai makan Si Vico mengantar pulang Si Lusi sampai pertigaan rumahnya Lusi. Setelah Si Lusi turun Si Vico kaget saat Si Lusi memberikan Kiss Bye dan langsung berlari, Vico pun kaget terhadap apa yang telah di lakukan oleh kekasihnya barusan dan Si Vico pun langsung saja memanggil Si Lusi dengan pertanyaan kenapa dia melakukan hal itu, namun jawaban dari Si Lusi hanyalah nggak apa-apa. Sampai malam hari pun Si Vico masih memikirkannya hingga dia tertidur dan dia tidak tahu bahwa pelajarannya belum dia siapkan.
Esok harinya dia terburu-buru akibat tidak disiplin dalam hal waktu diperparah lagi pada saat disekolah ditagih uang oleh bendahara kelas karena ada LKS dan Kas Vico yang belum lunas untuk LKS sebesar 10 Ribu Rupiah dan Kas nya minggu pertama sebesar 2 Ribu Rupiah. Vico merasa bingung dulu uang yang untuk di belikan coklat ke Si Lusi itu memang uang tabungannya untuk membayar kas dan LKS tersebut namun sekarang hilang untuk diberikan kepada Si Lusi. Vico sangat merasa bersalah…………….

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Cerita Pendek Remaja - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Dicky Fatma -