Popular Post

Posted by : Pena Tinta Hitam Saturday, October 17, 2015

karya: Boy Riza Pahlevi



Namaku adalah Bob aku seorang anak tentara dan ibuku adalah seorang PNS. Waktu aku kecil aku pernah diajak orang tuaku ke pantai. Pada saat di pantai aku asyik bermain pasir, dan air di tepi pantai yang terkena ombak. Namun pada saat aku bermain aku digigit oleh kepiting, aku pun menangis sangat keras lalu ayah dan ibuku langsung membawa ku ke puskesmas terdekat setelah itu aku di bawa orang tuaku pulang kerumah untung lukanya tidak parah jadinya aku langsung bisa dibawa pulang oleh kedua orang tuaku. Dan semenjak itu aku tidak mau lagi di ajak ke pantai alias takut(phobia). Pada saat aku remaja aku mempunyai teman-teman yang asyik diajak main, namanya adalah Adel, Sofia dan, Roni mereka adalah temanku dari SMP. Kami berteman sangat baik dan kami sekarang teman satu kelas di SMA. Dari SMP aku sangat suka kepada Adel tapi sejak dulu aku tidak berani mengungkapkan perasaan ini. Namun Adel suka dengan cowok yang bisa berenang atau anak pantai karena menurutnya anak pantai itu lebih macho. Tapi, Adel dan teman-temanku belum tahu bahwa aku takut air laut karena pernah digigit kepiting, namun mereka akhirnya pun tahu kalau aku takut dengan air (sinkophobia ). 
Saat aku piknik di Bali bersama teman-teman dalam acara study tour, teman-temanku mencoba menceburkan diri ke laut untuk diving bersama namun aku tetap menolak karena aku takut air laut. Tapi masalahnya si Roni dan teman-temanku masih mengajakku untuk diving bersama karena mereka belum tahu kalau aku ini sinkophobia alias takut tenggelam. Roni pun berkata kepadaku 
"ya iyalah semua orang kalau tenggelam juga takut. Takut air sih". Maka kita berusaha keras melatihnya untuk nyebur ke laut. Sampai ramai dilihat orang. Kacau nih.
“Daku tak ingin ikut! Lebih baik daku nongkrong di pohon jengkol bareng kalong dan sundel bolong!” rengeknya. “Dasar cengeng! Anak militer kok takut ama air.” Kata Sofia tegas sambil menendang punggung ku agar segera mencelupkan badannya.
Meskipun aku tidak ikut diving di laut tapi aku senang karena aku bias bersama Adel cewek yang aku taksir dari SMP dulu.
Setelah pulang dari study tour aku bertanya lagi kepada Adel setelah pertanyaan yang pernah aku ucapkan saat SMP dulu type cowok seperti apa yang dia inginkan. Adel pun menjawab bahwa type cowok yang dia inginkan adalah cowok yang bisa berenang. Aku tercengang sejenak dalam hatiku berkata “busyet kalau begini aku tak mungkin bisa jadi pacarnya nih’. Namun semenjak itu aku ingin berlatih berenang dengan ayahku mengingat ayahku adalah seorang tentara, meskipun awalnya aku tak berani berenang di laut karena takut air laut tapi ayahku berusaha melatihku untuk berani melawan rasa takut ku terhadap air laut itu. Hari pertama latihan berenang aku hanya mencelupkan jempol kakiku ke dalam air, sampai hari ke tujuh aku hanya berani mencemburkan jempolku ke dalam air. Sampai ayahku bertanya kepadaku “mengapa hanya jempolmu saja yang kau celupkan di air? Apakah jempolmu itu bisa berenang?. Ayahku sabar mengajariku berenang sampai 2 minggu latihan berenang aku hanya masih bisa mencelupkan jempolku ke dalam air laut. Wajah ayahku mulai berubah sepertinya kesabarannya mulai habis untuk mengajariku berenang, tapi disana masih ada ibuku yang membujuk ayahku untuk tetap sabar mengajariku. Sampai-sampai ayahku berjanji kepadaku kalau kamu bisa berenang dan kamu bisa jadi tentara sepeti ayah maka ayah akan membelikan kamu mobil baru. Hatiku sangat senang sekali mendengar perkataan ayahku itu tapi aku juga merasa bahwa itu tidak mungkin karena aku yang sudah 2 minggu latihan berenang belum berani menceburkan badanku ke laut apalagi berenang, tapi dibalik itu semua aku membayangkan bahwa seandainya nanti aku bisa berenang maka aku akan dapat 2 keuntungan sekaligus yaitu aku mendapatkan Adel dan yang kedua aku mendapatkan mobil baru. Setelah berbulan-bulan aku belajar berenag akhirnya aku bisa berenag dan tidak takut dengan air laut lagi. Semenjak aku bisa berenang aku mulai mendekati Adel karena Adel suka dengan cowok yang bisa berenang maka akhirnya aku mengajak Adel untuk pergi ke laut dan diving bersama, Adel pun mau tapi dia kok membawa cowok.dalam hatiku berkata ”siapa cowok yang dibawa Adel itu apakah mungkin itu saudaranya?. Lalu aku menyakan hal tersebut kepada Adel. Adel pun menjawab bahwa cowok itu adalah pacarnya. Betapa sakit hatiku mendengar perkataan Adel itu hatiku rasanya robek bak tertusuk pisau yang tajam. Kemudian setelah aku pulang dari laut aku menangis,aku tak mau makan dalam sehari. Sampai akhirnya ibuku datang dan bertanya kepadaku. 
"Bob kau ini kenapa kok dari siang kok gak mau makan”. Begitu tanya ibuku.
Aku pun menjawab bahwa aku sedang patah hati karena Adel cewek yang aku suka dia telah memilih cowok lain. Ibuku menasihatiku “bahwa perempuan diluar sana masih banyak”. 
Aku pun berkata kepada ibu "baiklah bu aku akan mengikuti permintaan ayah untuk menjadi seorang tentara seperti ayahku." 
Tapi aku masih berfikir pada saat nanti aku tes renang menyeberangi laut aku berfikir apakah aku bisa mneyeberangi laut, sedangkan aku baru bisa berenang akhir-akhir ini tapi ayahku menyakinkanku agar aku percaya diri untuk menhadapi tes renang itu. Akhirnya aku lolos tes renang dan aku berhasil membanggakan kedua orang tuaku bahwa selama ini anaknya yang penakut sama air bisa menjadi tentara seperti ayahnya. Kedua orangtuaku pun tidak menyangka bahwa anaknya yang dulu takut sekali dengan air laut tapi sekarang malah menjadi tentara angkatan laut seperti ayahnya. Selain aku senang menjadi tentara angkatan laut tapi di dalam hatiku masih kecewa karena aku tidak bisa mendapatkan Adel cewek yang sudah lama aku taksir dari dulu. Tapi meskipun begitu aku lapang dada menerima semuanya. Untung ibuku menasihatiku bahwa perempuan itu tidak hanya satu tapi di luaran sana masih banyak. Aku pun fokus pada profesiku sebagai TNI angkatan laut sekarang dan aku akan membela negara dengan penuh semangat dan pengorbanan.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Cerita Pendek Remaja - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Dicky Fatma -