Popular Post

Posted by : Pena Tinta Hitam Saturday, October 17, 2015

Karya: Afiif Priyatama




      Ketika matahari hilang dibalik gunggung dengan berat hati Anto pulang, air peluh bercucuran di wajahnya yang penuh dengan rasa lelah. Sejak pagi ia mencari pekerjaan, tapi tak ada satupun yang menerima dirinya, berbekal ijazah SLTA dan keahlian yang ala kadarnya Anto mencari pekerjaan tanpa kenal lelah dan putus asa, hinaan dan cemooh saat melamar pekerjaan sering ia terima bahkan pengusiran sering ia terima,tapi apa yang Anto bisa buat, ia hanyalah orang kecil yang tidak memiliki kekuasaan atau harta apapun.

Saat perjalan pulang menuju rumahnya ia tak sengaja melihat pedagang martabak yang terkenal enaknya se kota Semarang, saking enaknya aroma martabak semerbak memenuhi isi angkot , aromanya menghipnotis Anto untuk membeli martabak, akhirnya tanpa pikir panjang Anto turun dari angkot dan menghampiri pedagang martabak tersebut, saat membayar Anto mengambil dan melihat dompetnya hanya berisi sepuluh ribu rupiah , dengan berat hati Anto membayar dan mendapat kembalian dua ribu rupiah ,”yaelah apes banget hari ini, ora entuk kerja eh balek balek gawa duit rung ewu, durung angkote patang ewu aduh nasib nasib balek mlaku ,tapi ra papa lah setidake aku gawa martabak kanggo anak lan bojoku “, akhirnya Anto meninggalkan pedagang martabak tersebut lalu pulang kerumah.Dari jauh Anto mendengar suara adzan,ia memutuskan untuk melaksanakan ibadah shalat di masjid atau surau terdekat.Sambil terengah engah Anto memasuki masjid lalu ia mengambil air wudhu, setelah wudhu ia masuk dan melaksanakan shalat sunah tak lupa martabak diletakkan disampingnya, ada seorang marbot melihat hal tersebut dan memberitahu Anto kalau makanan tidak boleh masuk ke dalam masjid ,dengan berat hati Anto meletakkan martabak di dekat kotak amaal.Setelah melaksanakan shalat ia mengambil martabak tersebut.Betapa terkejutnya Anto melihat martabaknya telah hilang ,”Astagfirrullahhal adzim martabak ku dimana kok ditinggal shalat sebentar sudah hilang “, dengan spontan Anton berteriak “Tidaaaaaaaaaaaaaaaaaaak!!!! Ya Allah cobaan apalagi ini ya Alllah” , seluruh jamaah shalat terkejut dan menghampiri Anton dan menanyakan apa yg terjadi, setelah Anto menceritakan kejadian tersebut ada seorang jamaah yang mengetahui siapa yang mengambil martabak tersebut.Betapa terkejutnya Anto ternyata yang mengambil martabaknya ialah istrinya sendiri, setelah iitu dia bergegas pulang kerumah.      
Sampainya dirumah Anto bergegas melepas sepatu dan masuk ke rumah
“Assalamualaikum , bapak pulang”
“Walaikumsalam ,wah bapak sudah pulang ,bagaimana pak sudah dapet pekerjaan?” sambil melepaskan dasi yang terikat di leher Anto
“Belum bu,bapak belum dapet pekerjaan tapi besok bapak akan cari kerja lagi” sambil mengambil handuk dan langsung ke kamar mandi.
Setelah Mandi.
“Bapak udah makan?”
“Belum , emangnya ada beras? ,biasakan ibu nunggu bapak beli makanan buat makan malam”
“Emangnya bapak bawa makanan? Udah lupain aja pak hari ini spesial ibu beliin buat bapak martabak ,aromanya saja menggugah selera pasti bapak seneng” mengambil martabak didapur dan membawanya ke ruang makan .
“Nih pak martabaknya maknyus deh pokoknya” sambil memotong martabak jadi beberapa bagian
“Wih iya bu aromanya luar biasa,pasti enak nih bu,oh ya panggil anak anak bu pasti mereka juga suka”
“Ada apa bu kok malam malam gini manggil kita berdua? Ada makanan ya bu?”
“Eh tau saja si kakak kalo ada makanan, mari makan mumpung hangat “ sambil memberi potongan martabaknya pada si sulung   “lho kak adik mana kok ga kesini ,biasanya kalau ada makan dia cepet banget ngabisin”
“Katanya adik sudah kenyang , habis ngambil buah mangga di rumah mbah sri trus dimakan sendiri bu ndak bagi bagi sama kakak” sambil makan
“Aduh adik kamu itu memang bandel ya anaknya susah banget di beritahu”   belom ibu habis bicara bapak memotong pembicaraan ibu   “Ibu dapet uang darimana kok bisa beli martabak?”
“Aduh bapak udah jangan dibahas , pokoknya itu rahasia  “
“Ya udah kalau ibu ndak mau cerita , oh ya bapak punya cerita tadi pas perjalan pulang?”
“Ada apa pak cepet cerita ibu kepingin tau?”
“Saat Bapak pulang ,bapak mampir beli martabak trus uang nya Cuma 10 ribu trus bapak dapet kembalian 2 ribu habis itu bapak kerumah jalan kaki trus sebelum bapak pulang ke rumah, bapak mampir ke masjid habis itu martabaknya bapak taruh di kotak amal tapi pas bapak udah selesai shalat martabaknya hilang ,serem kan bu?”
“Iya pak serem ,bapak tau yang ngambil martabak itu?” gemetar
“Tau bu , tapi jangan terlalu dipikirin bu, pokoknya rahasia”
Setelah menghabiskan martabak seluruh keluarga Anto bergegas menuju tempat tidur. Anto menikah dengan seorang perempuan yang cantik jelita yang bernama Ira dan dikarunia dua anak yang satu perempuan dan yang satunya lagi laki laki .Walau miskin mereka dikenal di kampung sebagai keluarga paling harmonis, tapi anak mereka yang paling bungsu yang bernama Yudha juga dikenal sebagai anak yang bandel,ia suka mencuri buah dari pohon tetangga, ia juga sering melukai temannya, tetangga Anto merasa terganggu atas perilaku anaknya, tapi menurut Anto itu hal yang wajar karena anaknya itu masih berusia 5 tahun, itu adalah masa masa dimana anak anak mencari perhatian orang orang sekitar.Dan Anto tidak merasa terganggu dengan perilaku anaknya tersebut.

            Adzan Subuh bersautan, Anto bergegas bangun dari tempat tidur lalu langsung mengambil sarung dan sajadah dan melaksanakan shalat subuh.Setelah shalat subuh ia kembali kerumah dan langsung mandi,setelah mandi Anto bergegas mempersiapkan semua barang barang untuk melamar pekerjaan ,Kemudian Anto berpamitan kepada keluarga untuk mencari pekerjaan. Anto berharap agar hari ini dia mendapatkan pekerjaan, di jalan Anto melihat soerang kakek yang tidak mempunyai daya untuk berdiri, tak ada seorang pun yang menolong kakek tersebut, entah sebenarnya kita ini berada di jaman apa , pada jaman dulu banyak orang yang peduli satu sama lain tapi pada jaman ini bisa kita lihat banyak orang yang hanya memikirkan diri sendiri, mungkin mereka meniru para pemimpin negeri ini, yang melakukan segala cara untuk kepentingan diri sendiri, mereka tidak tahu bahwa kita ini di dunia hanya mampir minum saja, kita di dunia tidak kekal, semua akan kembali pada Allah SWT . Bahkan menolong orang dijaman sekarang bisa masuk TV, itu adalah hal yang aneh .Anto menolong kakek itu dan mengajak kakek tersebut ke warteg di dekat tempat kejadian tersebut, Anto menanyakan nama kakek tersebut dan dimana tempat tinggal kakek tersebut. Ternyata kakek tersebut tersesat dan lupa dimana rumahnya bahkan beliau lupa namanya sendiri,tapi beliau menceritakan tempat tinggal nya di daerah klenteng tapi dia tak tau letak persisnya. Akhirnya Anto tak jadi mencari pekerjaan karena ia membantu kakek tersebut mencari rumahnya , alasannya kalau kakek diajak kerumah Anto nanti kakek akan makan apa? Untuk makan sehari hari saja susahnya minta ampun belum lagi bayar sekolah buat si sulung. Anto berpikir, klentheng yang ada dikota Semarang yang terkenal hanya klenteng Sam Po Kong mungkin saja kakek  tinggal di daerah , Anto bergegas menuju Sam Po Kong dengan jalan kaki, wajar saja uang nya tadi habis buat makan kakek, mana mungkin bisa buat naik angkot. Sampainya di Sam Po Kong Anto menanyai warga sekitar,apakah mereka mengenal kakek ini. Setelah penelusuran yang begitu lama akhirnya ada seorang warga yang mengenal kakek ini, ternyata warga tersbut adalah tetangga nya beliau, warga itu menceritakan kenapa beliau kabur dari rumah , betapa kagetnya Anto saat mendengar hal tersebut ternyata beliau kabur dari rumah, Anto kira beliau tersesat. Setelah cerita yang panjang akhirnya warga itu megantarkan Anto menuju rumah kakek. Sesampainya di rumah kakek , putra beliau dengan spontan memeluk ayahnya tersebut betapa bahagianya mereka. Putra beliau menceritakan bahwa ini semua salahnya, ia menyesal dan berterima kasih pada Anto .
“Apa yang bisa saya lakukan untuk anda, saya sangat berterima kasih karena sudah menolong ayah saya”
“Tidak usah pak tidak usah saya melakukannya dengan ikhlas, kita sesama manusia harus saling tolong menolong , lagian saya juga merasa kasihan maka nya saya tolong ayah bapak”
“Sekali lagi makasih ya mas, dan saya juga minta maaf ya mas tidak bisa memberikan apa apa untuk mas”
“Ga papa saya ikhlas”
Akhirnya Anto berpamitan pada keluarga bahagia tersebut, dan ternyata matahari sudah tenggelam dari ufuk barat , tanda hari mulai malam. Anto bertolak menuju rumahnya dengan jalan kaki. Tak lupa ia mampir ke warung untuk membeli mie Sed*p untuk makan malam. Sampai dirumah Anto memberikan mie kepada istrinya dan menyuruhnya memasak mie untuk makan malam mereka. Setiap hari mereka melakukan hal tersebut berulang ulang, pagi pamit cari kerja pulang nya tak dapat kerja dan makan malam nya selalu mie. Sampai akhirnya Anto mendapat pekerjaan sebagai pedagang kaki lima di pasar Johar, tapi nahas setelah berjualan selama satu bulan tanpa di duga duga lapak tempat ia berjualan terbakar habis ,seluruh barang dagangan nya habis dilahap si jago merah ,betapa sedihnya Anto, mereka menangis meratapi barang dagangannya tersebut ”Ya Allah apa salah hambamu ini Ya Allah kenapa Kau memberi kami cobaan yang sangat berat, bagaimana nasib keluarga kami,bagaimana saya bisa melunasi seluruh utang kami pada rentenir rentenir itu. Bagaimna Ya Allah, sungguh berat cobaan kami,entah sampai kapan kami bisa memikul semua cobaan Mu Ya Allah” jerit lirih Anto sambil terisak isak. Kemudian Anto pingsan , didalam alam bawah sadarnya ia langsung mengingat keluarganya , “Ya Allah apakah ini karma yang Engkau berikan padaku karena aku telah menyakiti hati orang tua ku Ya Allah, seharusnya aku menuruti mereka tapi mau bagaimana lagi aku terlanjur mencintai Ira Ya Allah, menurut mereka Ira tak pantas jadi istri ku karena bisa merusak masa depan ku karena Ira hanya mencintai hartaku, tapi semua itu salah buktinya saat ia ku ajak Ira menikah, ia mau bahkan saat aku mau menceritakan rencanaku untuk melamar Ira pada orang tua ku, orang tuaku langusng melarang keras rencana ku ini dan akhirnya aku.....................”, akhirnya Anton tersadar ,dengan bantuan medis Ambulance yang tanggap menolong semua orang yang tak sadarkan diri, Anton terheran “Mengapa aku mengingat hal itu, sudah aku lupakan semua hal tersebut tapi itu membuatku menjadi tambah sedih”, Anton sebernarnya tidak mau mengingat masa lalu nya yang kelam, tapi saat ia pingsan ia mengingatnya kembali, ”Kenapa saat seperti ini aku masih mengingat hal itu”.
           
Satu bulan setelah insiden kebakaran, Anto mulai menata kehidupan keluarganya kembali, walau utang pada rentenir masih menumpuk , Anto tak patah semangat dan mulai kembali seperti kehidupan yang lama, pagi pamit cari kerja pulang malam gak dapat kerja makan malam selalu mie saja. Bahkan saat hujan badai banjir cuaca tak mendukung Anton masih saja rajin mencari kerja. Akhirnya keuletan Anto mencari pekerjaan berbuah juga .Pada saat Anto melamar pekerjaan di sebuah perusahaan kecil di Tanggul Indah, saat wawancara pada pimpinan perusahaan Anto kaget bukan kepalang ternyata pimpinan perusahaan adalah orang yang pernah ditolong Anto menghantarkan pulang ayahnya. Pemimpin perusahaan juga kaget dan mempersilahkan Anto duduk. Pemimpin perusahaan menanyakan kabar Anto dan menanyakan ada keperluan apa Anto di perusahaan tersebut. Anto menceritakan semua permasalahan yang menimpa dirinya pada pemimpin perusahaan dan ia bertanya apakah ada lowongan pekerjaan untuk dirinya. Dengan tangan terbuka pemimpin perusahaan menerima Anto, karena pada jaman sekarang sulit mencari pegawai yang jujur dan peduli sesama. Pemimpin perusahaan menerima Anto sebagai OB, Anto tidak marah atau sakit hati karena diposisikan sebagai OB, malahan di berterima kasih karena Anto sadar bahwa dirinya tidak mempunyai keahliaan sama sekali. Setelah bekerja selama satu bulan, pemimpin perusahaan mengajukan Anto untuk mengikuti pelatihan tentang saham saham dan tatanan perusahaan dengan syarat Anto harus melaksanakan tugasnya sebagai OB, mendengar hal itu Anton merasa sangat bahagia karena masih ada yang mau menolong dan peduli padanya. Setelah mengikuti pelatihan selama sepuluh bulan, pemimpin perusahaan menge-test Anto tentang saham dan tatanan perusahaan, betapa kagetnya pemimpin perusahan karena Anto bisa memberikan ide-ide yang revolusioner tentang bagaimana harus menjaga agar saham tidak turun. Pemimpin terkesan dan Anto pun diangkat menjadi Kepala bagian marketing. Ternyata keputusan pemimpin perusahaan tidak salah, setelah dua tahun Anto menjabat sebagai kepala marketing, Anto bisa menaikan saham dan membuat perusahaan kecil itu menjadi perusahhan yang besar bahkan mempunyai cabang di berbagai kota di Jawa Tengah. Hal itu tidak membuat Anto sombong, Anto malah sering menolong orang orang seperti dia melalui seminar dan berbagai kesempatan. Setelah menjabat menjadi kepala marketing selama sepuluh tahun akhirnya Anto diangkat menjadi wakil pemimpin perusahaan, betapa bahagianya Anto mendengar tentang kenaikan jabatan itu, bahkan pemimpin perusahaan juga membuat pesta atas kenaikan Anto, mereka merayakan kenaikan pangkat itu di tempat karaoke, betapa senang Anto karena dia tak pernah ke tempat karaoke. Setelah karaoke tanpa sadar Anto mabuk dan tidak mengendarai mobilnya, akhirnya Anto dihantar oleh pegawai karaoke, sampai dirumah istri Anto kaget karena mendapati Anto mabuk dan membawa pulang seorang wanita. Pegawai karaoke berusaha menjelaskan tapi istrinya menolak penjelasan pegawai karaoke dan segera membawa masuk Anto di dalam rumah. Anto pun tersadar dari mabuk nya dan kaget karena tiba tiba dia sudah ada di rumah, kemudian teringat tentang pesta itu dan akhirnya......Anto melihat istrinya menangis dan menanyakan perihal apa yang membuat istrinya menangis, Isrtinya diam seribu kata , “Kenapa? Kenapa Adinda menangis”, ternyata saat bekerja di perusahaan Anto tidak lagi memanggil istrinya bu tapi adinda. Istrinya akhirnya menjawab “Kenapa? Kenapa kau bilang!!” menangis .
“Emangnya ada apa? Benar aku tidak tahu kenapa adinda menangis, sudah jangan menangis adinda lama kelamaan aku  jadi ikut menangis” memegang tangan istrinya dengan lembut
“Mengapa ayah tega melakukan hal itu padaku”
“Melakukan apa dinda ?“
“Mengapa kau tega menduakan aku yah, apakah ayah sudah tidak cinta sama dinda, ternyata kekayaan ini telah membuat ayah tidak mencintai dinda ,dengan uang ayah bisa memilih wanita lain yang ayah sukai, dinda ingin ayah jadi seperti yang dulu”
“Apa maksudmu dinda”, Setelah itu Anto dengan penuh penyesalan, kasih dan sabar menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
Kemudian mereka bersatu lagi dan saling mengasihi dan Anto berjanji tidak akan melakukan hal hal yang tak perlu itu lagi.

            Perusahaan semakin maju dan berkembang, tapi sayang seribu sayang saat masa masa kejayaan perusahaan ini berada di puncak, pemimpin perusahaan terkena penipuan yang dilakukan oleh salah satu pemegang saham dan akhirnya di akhir tahun ini perusahaan mengalami kebangkrutan yang luar biasa bahkan pemimpin perusahaan sudah tidak bisa mengatasi dan mulai menutup perusahaan, mau bagaimana lagi nasi telah berubah menjadi bubur. Mendengar tentang kabangkrutan perusahaan, Anto merasa sedih dan syok, “bagaimana hal tersebut bisa terjadi”, Anto pun juga dipecat oleh pemimpin karena sudah tidak dapat menggajinya. Kebangkrutan perusahaan membuat Anto memutar otak dan berinisiatif untuk membuat perusahaan, ternyata inisiatif nya berhasil dan membentuk perusahaan “Beruk naga corp” (Berusaha sekuat tenaga). Setahun setelah pembuatan perusahhan itu Anto dapat membuka cabang di seluruh Indonesia, dan juga membuka minimarket “Modus” (modal usaha) dan Anto juga membangun banyak sekali toko, mall, Restoran, dll.

Berbagai kesuksesan dapat diraih oleh Anto, sampai suatu hari saat Anto memberikan seminar tanpa diduga Anto jatuh tak sadarkan diri, semua orang terkejut dan segera menolong Anto, panitia seminar memanggil ambulance, dengan sigap ambulance datang diwaktu yang tepat. Segera Anto di bawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan, setelah pemeriksaan lebih lanjut dokter mendiagnosis Anto terkena infeksi saluran pernapasan itu disebabkan karena Anto selalu berpindah kota setiap harinya karena mempunyai scedhule yang padat. Sudah lebih dari enam bulan Anto dirawat dirumah Sakit, bukannya membaik keadaan Anto tiap hari semakin memburuk, bahkan berdiri saja tak bisa. Sampai suatu hari Anto membisikan sebuah pesan  kepada istrinya. Anto mengatakan pesan tersebut sambil menangis entah apa pesan apa itu, bahkan istrinya Ira menangis dan langsung keluar dari ruangan itu sambil menangis, sepertinya itu pesan terakhir Anto. Kemudian istrinya masuk membawa banyak orang, ternyata mereka adalah keluarga Anto dan kemudian Anto menangis tersedu sedu “Maafkan aku Mama , maafkan kesalahan anakmu ini ampuni aku Mama, semenjak Mama sama Papa melarang keras dengan rencana lamaran itu, akhirnya aku memutuskan untuk mengajak Ira untuk kawin lari, dan terbukti Ira mencintaiku Ma, maafkan aku ma karena sudah membuat Papa meninggal serangan jantung, mungkin nanti aku akan bertemu dengan Papa dan meminta maaf atas semua kesalahan ku ini dan untuk Ira jaga anak anak ya maafkan aku karena selalu membuatmu menderita”
Seketika semua orang yang berada di ruangan itu menangis.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Cerita Pendek Remaja - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Dicky Fatma -