Popular Post

Posted by : Pena Tinta Hitam Thursday, April 7, 2016

Karya : Erzal Renaldi


 

Siang itu aku datang ke sebuah rumah lalu aku mengetuk pintu rumah tersebut dan aku melihat seorang pria yang duduk menggunakan kursi rodanya karena tidak mampu berdiri menggunakan kakinya. Pria tersebut adalah teman lamaku yang sudah sangat dekat denganku dulu. Kami sudah lama tak bertemu sudah hampir 10 tahun karena saat itu aku harus pindah sekolah yang disebabkan oleh pindahnya pekerjaan ayahku sehingga kita harus berpisah.
Dia menerima kehadiranku itu dengan sangat ramah dan senyuman yang menghiasi wajahnya saat  melihat yang mendatangi rumahnya adalah aku.
“Apa yang membuatmu datang kemari?”
“Sudah lama tak bertemu membuatku ingin mengenang masa lalu.”
“Kenangan apa yang membuatmu ingin mengenang masa lalu?”
“kenangan yang menyenangkan dan menggembirakan saat kita bersama dulu.”
“baiklah kalau begitu, silakan masuk.”
Setelah ia mempersilakan aku untuk masuk kerumahnya yang sudah lama tak pernah aku kunjungi ini, dalam pikiranku aku merasa banyak kenangan yang sudah terjadi dan mungkin aku lupakan.
          Lalu akupun mulai asyik membicarakan kenangan-kenangan yang dulu kami lakukan, lalu di sela-sela kami asyik berbincang akupun mengingat lagi sebuah peristiwa yang membuat aku merasa menyesal telah melakukannya. Dulu aku pernah melakukan hal mungkin dapat membuat dia saat ini menjadi benci kepadaku. Hal itu bahkan sekarang belum dapat aku beritahukan kepadanya karena aku takut jika aku memberitahukan kebenaran siapa diriku ini dia mungkin tak akan mau menemuiku lagi.
          Kesalahan yang telah aku perbuat adalah telah menabraknya namun karena saat itu aku sangat ketakutan lalu tanpa memperdulikannya aku langsung meninggalkannya begitu saja, karena kesalahanku itu saat ini dia tidak bisa lagi menggunakan kedua kakinya. Pada awalnya tujuan kedatanganku adalah untuk memberitahukannya namun aku masih merasa bimbang.
          Akhirnya di saat aku dalam rasa yang kebingungan yang aku pikirkan selama ini,   tiba-tiba suara terdengar dari hpku disaat itu aku mendengar berita bahwa ibuku mengalami kecelakaan karena tertabrak hal itu pun membuatku kaget sehingga membuatku berpikir bahwa ini adalah hal yang telah aku lakukan dulu dan sekarang hal tersebut menimpa ibuku, karena setelah mendengar berita tersebut akupun harus langsung pergi meninggalkan rumah temanku dan tanpa bisa mengucapkan apa sebenarnya niatku untuk datang kerumahnya. Akhirnya aku meninggalkannya.
          Sudah lama sejak kecelakaan yang menimpa ibuku , akhirnya setelah keadaan ibuku mulai membaik akhirnya aku memutuskan untuk mendatangi rumah temanku dan kali ini aku sudah meyakinkan diriku bahwa aku akan mengatakan hal yang sebenarnya meskipun hal tersebut dapat membuatnya membenci diriku.
          Akhirnya aku tiba dirumah temanku itu, aku mengetuk pintu tersebut namun tak ada jawaban hingga akhirnya karena tidak ada jawaban, aku memutuskan untuk pulang dan mendatangi rumahnya besok. Keesokan harinya aku mendatangi rumahnya dan mengetuk pintu rumahnya tetapi aku tidak mendapatkan jawaban dan akhirnya ada seorang tetangga rumahnya yang memberitahukan aku bahwa dia sudah tidak tinggal lagi di rumahnya sekarang.
          Hal itu membuatku bingung harus berbuat apa dan akhirnya sekali lagi aku tidak dapat mengatakan kebenarannya yang sesungguhnya.
         
 ***

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Cerita Pendek Remaja - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Dicky Fatma -